"Perasaan baru makan, tapi kok sekarang sudah lapar lagi?". Anda mungkin pernah mengalami hal tersebut. Belum lama makan, tapi mendadak sudah merasa lapar lagi. Anda pun jadi dilema dan bertanya-tanya, apakah boleh makan lagi? Kira-kira apa penyebab cepat lapar dan ingin makan terus? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.
Penyebab sering lapar dan mau makan terus
Tubuh kita selalu membutuhkan energi untuk berfungsi normal. Nah, bahan bakar itu berasal dari makanan.
Maka terbilang wajar jika perut lapar lagi beberapa jam setelah makan. Ada berbagai macam penyebab cepat lapar, seperti kurang tidur, stres, atau bahkan akibat penyakit tertentu.
Namun bila perut masih saja lapar bahkan setelah baru makan, itu tandanya ada sesuatu yang salah dengan kesehatan tubuh. Kondisi sering cepat lapar seperti ini biasa disebut dengan istilah polifagia.
Adapun hal-hal yang menyebabkan perut cepat lapar adalah sebagai berikut:
1. Diabetes
Setelah makanan masuk dalam tubuh, maka gula di dalamnya akan diubah menjadi bahan bakar bernama glukosa yang beredar ke aliran darah. Tetapi pada penderita diabetes, glukosa tadi tidak berhasil menjangkau sel-sel tubuh lantaran terganggunya fungsi hormon insulin.
Glukosa tersebut malahan menumpuk di dalam darah dan sebagian dikeluarkan saat buang air kecil. Akibatnya tubuh tetap lemas, seolah kekurangan energi sehingga tubuh merasa perlu makan lagi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Selain melonjaknya nafsu makan, gejala lain dari diabetes adalah:
- Rasa haus terus-menerus yang ekstrim
- Sering buang air kecil
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
- Pandangan kabur
- Luka atau lebam yang butuh waktu lama untuk sembuh
- Tangan atau kaki sering sakit atau kesemutan
- Mudah lelah
2. Gula darah rendah
Hipoglikemia adalah kondisi dimana glukosa dalam tubuh turun drastis ke level yang sangat rendah. Hal ini memang sering dialami penderita diabetes, lantaran efek obat penurun gula.
Namun, ada juga penyakit lain yang dapat menyebabkannya seperti hepatitis, masalah ginjal, gangguan kelenjar adrenal atau pituitari. Untuk kasus berat, penderita hipoglikemia akan tampak seperti orang mabuk. Mereka tampak kacau saat berjalan maupun berbicara.
Ciri lainnya meliputi:
- Gelisah
- Merasa jantung seperti berdetak cepat
- Kulit pucat
- Gemetar
- Berkeringat
- Kesemutan di sekitar mulut
3. Kurang tidur
Saat tubuh kurang istirahat, maka itu akan berimbas pada ghrelin (hormon lapar). Karenanya, orang-orang yang kurang tidur biasanya memiliki nafsu makan lebih besar dan sulit merasa kenyang. Saat lelah, kita pun cenderung memilih makanan berlemak atau berkalori tinggi.
Ciri kurang tidur lainnya selain cepat lapar antara lain:
- Moody
- Ceroboh
- Sukar fokus atau siaga
- Sering melakukan kesalahan
- Sulit untuk tetap terjaga saat siang
- Berat badan naik
Baca Juga: 10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan
4. Stres
Sudah bukan rahasia lagi jika stres merupakan salah satu penyebab cepat lapar. Hal ini masuk akal karena ketika gelisah atau tegang, tubuh menghasilkan hormon kortisol dan adrenalin yang mendongkrak energi serta meningkatkan nafsu makan.
Orang-orang yang stres biasanya juga cenderung memilih makanan manis, berlemak tinggi, atau keduanya. Ini merupakan cara tubuh untuk 'membungkam' bagian otak yang menyebabkan stres.
Gejala lain dari stres meliputi:
- Gampang marah
- Mudah lelah
- Sakit kepala
- Gangguan tidur
- Gangguan perut
Baca Juga:
5. Salah pilih makanan
Selain rendah nutrisi, makanan yang tinggi kandungan lemak dan karbohidrat tak sehat cenderung membuat kita cepat lapar. Contohnya seperti pastri, roti putih, makanan kemasan, atau fast food.
Tanda lain kalau pilihan menu kita salah adalah konstipasi, feses kecil dan keras, serta sakit perut. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda memilih makanan yang sifatnya mengekang rasa lapar saja. Contohnya yang tinggi protein dan lemak sehatnya seperti daging tanpa lemak, ikan, produk susu, dan yang tinggi seratnya seperti buah, sayur, whole grain, serta biji-bijian.
Alternatif lain adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan tinggi serat seperti almond, apel, chia seed, atau pistachio.
6. Efek obat
Beberapa jenis obat memang bisa membangkitkan nafsu makan, misalnya:
- Antihistamin
- Antidepresan (SSRI)
- Steroid
- Obat diabetes
- Antipsikotik
Bila Anda merasa berat badan naik setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut, maka konsultasikan alternatif lainnya dengan dokter.
7. Sedang hamil
Penyebab cepat lapar satu ini tentu wajar, karena saat hamil tubuh ingin memastikan janin mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar bisa berkembang. Kebanyakan ibu hamil bahkan bisa naik 2-3 kg pada trimester pertama, lalu 1 kg lagi setiap minggunya selama trimester ke-2 dan 3.
Selain cepat lapar, kehamilan juga ditandai dengan:
- Telat haid
- Frekuensi buang air kecil meningkat
- Mual
- Payudara sensitif dan kian membesar
8. Hipertiroid
Tiroid merupakan kelenjar di leher yang bentuknya menyerupai kupu-kupu. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang tugasnya mengatur fungsi setiap organ tubuh.
Jika kelenjarnya bekerja terlalu cepat, maka yang terjadi adalah hipertiroidisme. Gejala hipertiroid antara lain:
- Membesarnya kelenjar tiroid
- Denyut nadi lebih cepat
- Gugup
- Berkeringat lebih banyak
- Otot melemah
- Tetap haus meski sudah minum
Baca Juga: 14 Tanda dan Gejala Hipertiroid
9. Kebiasaan minum diet soda
Label “sugar-free” pada soda memang sering menyesatkan banyak orang. Mereka berpikir kalau soda tersebut aman karena bebas kalori dan baik untuk diet.
Namun kandungan gula sintetis dalam minuman ini justru memperdaya otak, membuatnya berpikir kalau tubuh belum memperoleh kalori yang memadai. Akibatnya, otakpun mengirimkan sinyal lapar dan tubuh dituntut makan untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut.
10. Dehidrasi
Penyebab cepat lapar satu ini memang di luar dugaan. Ketika tubuh merasa lapar, solusi pertama yang biasanya terpikirkan adalah makanan. Padahal alasannya bisa karena haus saja.
Untuk memastikan apakah dehidrasi memang penyebabnya, cobalah minum segelas air ketika perut lapar. Jika rasa laparnya lalu hilang, maka bisa jadi tubuh memang sedang dehidrasi saja.
11. Makan terlalu cepat
Saat kelaparan, kita cenderung makan lebih cepat. Sayangnya, tindakan ini membuat otak tak sempat membaca sinyal bahwa tubuh sudah cukup makan. Sebagai imbasnya, tubuh terus merasa lapar bahkan bila makanan yang masuk ke dalam perut sudah banyak.
Nah supaya makan bisa lebih lamban, kunyahlah makanan lebih lama. Ada baiknya Anda fokus saat makan, hindari melakukan aktivitas lain seperti nonton TV, baca buku, dan sebagainya.
12. Tidak ngemil
Faktanya, makan 3 kali sehari saja seringkali tidak cukup. Kita juga harus menyelinginya dengan waktu ngemil supaya lambung tak kosong terlalu lama. Sebab bila lambung dibiarkan kosong terlalu lama, ini dapat meningkatkan produksi hormon lapar (ghrelin).
Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.