Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Jan 30, 2019 Update terakhir: Nov 9, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apa itu Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)?

Sudden Infant Death Syndrome / SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi adalah kematian mendadak pada bayi yang dianggap atau terlihat sehat yang berumur dibawah satu tahun. Kematian biasanya terjadi di saat tidur sehingga banyak yang menyebutnya menjadi kematian ditempat tidur. Masih belum banyak yang dapat kita ketahui tentang Sudden Infant Death Syndrome ini dikarenakan memang sampai saat ini penelitian penelitian masih dilakukan untuk lebih mengenai resiko serta faktor faktor penyebab terjadinya SIDS ini.

Penyebab Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Penyebab Sudden Infant Death Syndrome masih belum diketahui dengan pasti. Namun beberapa gabungan faktor antara faktor resiko, faktor fisik serta faktor lingkungan tidur diduga dapat menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome, berikut adalah penjabarannya.

Iklan dari HonestDocs
Dermal Fillers Treatment di Reface Clinic

Dermal Filler merupakan perawatan wajah yang berfungsi untuk memperbaiki area tertentu yang memang diperlukan. Misalnya, untuk membantu mengatasi kerutan, garis halus atau cekungan yang disebabkan penuaan, meratakan tekstur dan menghaluskan kulit, hingga menghilangkan bekas luka. Perawatan wajah ini dilakukan dengan menyuntikan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen, maupun zat sintesis kebagian wajah yang bermasalah, Contohnya pipi,hidung,bibir,rahang,dagu,area sekitar muka, dan lainnya. Perawatan dermal filler akan menjadikan wajah menjadi lebih berisi sehingga keriput atau garis-garis halus jadi tersamarkan.

1. Faktor resiko.
Jenis kelamin laki-laki. Sampai saat ini masih belum diketahui mengapa laki laki lebih beresiko mengalami SIDS dibanding perempuan.
Usia berkisar 2-3 bulan. Usia bayi 2-3 bulan dikatakan merupakan usia paling rentan pada awal kehidupannya sehingga diduga dapat terjadi kematian mendadak.
Ras. Ras kulit hitam lebih beresiko mengalami SIDS namun tidak diketahui penyebabnya sampai saat ini.
Riwayat keluarga. Resiko akan meningkat bila terdapat keluarga atau saudara kandung yang pernah mengalami SIDS.
Perokok pasif. Bayi yang tinggal bersama perokok dan selalu berhubungan dengan asap rokok akan meningkatkan resiko terjadinya SIDS.
Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur / sebelum waktunya (9bulan) akan lebih beresiko mengalami SIDS.
Faktor resiko ibu hamil. Yaitu berusia dibawah 20 tahun, merokok, minum minuman beralkohol ataupun obat obatan terlarang serta tidak rutin memeriksakan kehamilan menjadi faktor resiko terjadinya SIDS.

2. Faktor fisik
Gangguan otak. Gangguan otak terutama gangguan otak akan lebih beresiko mengalami SIDS.
Berat badan lahir rendah, berhubungan dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dianggap lebih rentan dan belum siap untuk hidup diluar janin sehingga lebih beresiko mengalami SIDS.
Infeksigt;napasan. Sangat banyak insidensi SIDS didahului oleh infeksi saluran pernapasan terlebih dahulu sehingga kedua hal ini sering sekali dikaitkan.

3. Faktor lingkungan tidur. Faktor lingkungan tidur disini yang dimaksud adalah faktor yang dapat menyebabkan sang anak mengalami gangguan atau kesulitan bernapas, contohnya antara lain adalah:
Posisi tidur bayi yang miring atau tengkurap sehingga kesulitan bernapas.
Alasan tidur yang terlalu empuk sehingga menekuk/menutup jalan napas.
Tidur bersamaan dengan orang tua pada tempat tidur yang terlalu sempit sehingga terjadi kesulitan bernapas.

Pencegahan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Dikarenakan kejadiannya yang mendadak dan tidak dapat diprediksi, maka pencegahan agar tidak terjadinya Sudden Infant Death Syndrome ini menjadi sangat penting untuk dilakukan. Namun tidak ada pencegahan yang terbukti 100% dapat mencegah terjadinya SIDS karena memang penyebab pasti dari SIDS sendiri yang belum diketahui. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat bayi kita lebih nyaman dan aman dalam tidur: 
Posisikan tidur bayi terlentang. Posisi yang dianjurkan untuk tidur bayi adalah posisi terlentang yaitu dengan diganjal bantal yang tidak terlalu tinggi pada bagian kepala bawah sampai leher agar membuka jalan napas. Tidur yang terlalu miring ataupun dalam posisi tengkurap sering kali dapat menyebabkan gangguan ataupun penutupan jalan napas yang menyebabkan kematian mendadak.
Gunakan alas tidur yang nyaman. Alas tidur yang tidak terlalu empuk namun juga tidak terlalu keras dianjurkan agar posisi tidur bayi tidak gampang berubah dan bayi tidak gampang tertekuk-tekuk.
Jangan membuat bayi kepanasan. Pemakaian baju tidur yang secukupnya, melakukan pembedongan yang tidak terlalu ketat dan baju yang terlalu tebal, apalagi menutupi kepala bayi dengan selimut harus dihindari.
Satu kamar dengan orang tua. Idealnya, bayi baru lahir sampai dibawah 1 tahun harus didampingi oleh orang tuanya dengan cara tidur satu kamar dengan orang tuanya namun pada tempat tidur yang berbeda. Gunakan tempat tidur khusus bayi agar bayi memiliki ruang geraknya sendiri.
Asi eksklusif. Memberikan asi eksklusif minimal 6 bulan menurunkan resiko terjadinya SIDS.
Hindari menggunakan produk produk seperti monitor bayi yang di klaim dapat menurunkan resiko SIDS. Dokter anak yang tergabung di American Academy of Pediatrics tidak menyarankan menggunakan monitor bayi apalagi sampai terlalu bergantung pada peralatan tersebut karena dianggap tidak efektif dan belum diketahui keamanannya.
Imunisasi. Imunisasikan bayi Anda secara lengkap sesuai daftar yang sudah diprogramkan agar menurunkan resiko Sudden Infant Death Syndrome.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brennan, D. WebMD (2017). Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). (https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-sids)
Livingston, FR. Gavin, ML. Kids Health (2017). Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). (https://web.wpi.edu/Pubs/E-project/Available/E-project-121217-163202/unrestricted/WPI_Infant_Sleep_Safety_CPSC_17_Report.pdf)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app